Mengapa Ketahanan Ekonomi Lokal Menjadi Prioritas DPRD Jabar
Ketahanan ekonomi lokal berarti kemampuan masyarakat dan daerah untuk bertahan serta pulih dari berbagai guncangan ekonomi, baik yang bersifat global maupun domestik. Jawa Barat yang pernah mengalami inflasi tinggi, putusnya rantai pasok saat pandemi, dan ancaman resesi kini fokus membangun ekonomi dari bawah. DPRD Jabar beraspirasi agar ketahanan ekonomi tidak hanya bergantung pada investasi besar atau bantuan pusat, tetapi pada kekuatan internal seperti UMKM, koperasi, dan pertanian lokal. Dengan ketahanan yang kuat, Jabar tidak mudah tergoyahkan oleh krisis eksternal. Penguatan ini juga sejalan dengan misi kemandirian ekonomi daerah.
Strategi Penguatan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan
DPRD Jabar mengusulkan berbagai insentif untuk UMKM aspirasidprdjabar seperti akses permodalan murah, pendampingan pemasaran digital, dan kemudahan sertifikasi produk. Selain itu, Dewan mendorong pemerintah provinsi untuk menciptakan pasar khusus produk lokal yang bebas dari serbuan barang impor murah. Program “Jabar Bangkit” yang mengintegrasikan UMKM dengan industri besar melalui skema kemitraan juga terus diawaki oleh DPRD. Anggota dewan dari dapil-dapil pedesaan secara aktif memfasilitasi pelatihan manajemen usaha bagi pengrajin dan petani. Dengan strategi ini, ekonomi lokal tidak hanya bertahan tetapi juga tumbuh berkelanjutan.
Ketahanan Pangan dan Energi sebagai Fondasi Ekonomi
Tanpa kemandirian pangan dan energi, ketahanan ekonomi lokal akan rapuh. DPRD Jabar mengaspirasikan program pertanian perkotaan, lumbung pangan desa, serta pengembangan energi terbarukan seperti biogas dan tenaga surya di pedesaan. Dewan juga mengkritisi kebijakan impor beras dan komoditas pangan lainnya yang merugikan petani lokal. Melalui perda ketahanan pangan, DPRD mewajibkan setiap kabupaten/kota untuk memiliki cadangan pangan minimal untuk tiga bulan. Di sektor energi, DPRD mendorong penggunaan listrik desa mandiri dari mikrohidro dan panel surya. Fondasi ini membuat ekonomi lokal tidak terguncang saat pasokan eksternal terputus.
Penguatan Kelembagaan Ekonomi Kolektif: Koperasi dan BUMDes
DPRD Jabar melihat koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pilar penting ketahanan ekonomi lokal. Sayangnya, banyak koperasi yang mati suri dan BUMDes yang tidak profesional. Oleh karena itu, DPRD mengusulkan program revitalisasi koperasi dengan bantuan teknologi manajemen dan audit keuangan rutin. Selain itu, anggota dewan mendorong penggabungan BUMDes antar desa untuk skala ekonomi yang lebih besar. Fungsi pengawasan DPRD juga memastikan bahwa tidak ada intervensi politik yang merusak kemandirian kelembagaan ini. Dengan koperasi dan BUMDes yang sehat, ekonomi lokal dapat bergerak kolektif tanpa rentan terhadap eksploitasi modal besar.
Kesimpulan: Mewujudkan Ekonomi Jabar yang Tangguh dan Mandiri
Aspirasi DPRD Jabar untuk penguatan ketahanan ekonomi lokal merupakan visi jangka panjang yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat banyak. Dengan fokus pada UMKM, ketahanan pangan-energi, serta penguatan koperasi dan BUMDes, Jawa Barat dapat mengurangi ketergantungan pada faktor eksternal yang tidak pasti. DPRD berkomitmen untuk terus mengawal anggaran dan kebijakan agar benar-benar berpihak pada ekonomi rakyat. Masyarakat juga didorong untuk berperan aktif dalam mengonsumsi produk lokal dan mengawasi jalannya program. Hanya dengan ketahanan ekonomi lokal yang kuat, Jawa Barat bisa menjadi daerah yang tidak hanya maju, tetapi juga adil dan berdaulat.
